6 Fakta Gunung Semeru Meletus 4 Desember: 2919 Kali Gempa Letusan hingga 88 Kali Erupsi per Hari

- 4 Desember 2022, 21:30 WIB
Erupsi Gunung Semeru.
Erupsi Gunung Semeru. /Foto: Dok Net/

MAPAY BANDUNG - Berikut ini adalah 6 fakta terkait Gunung Semeru yang meletus pada Minggu 4 Desember 2022 hari ini.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru telah berada di level III Siaga sejak 16 Desember 2021, tahun lalu.

Terbaru, PVMBG melaporkan, Gunung Semeru kini berada di level IV Awas per Minggu 4 Desember 2022.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, PVMBG Peringatkan Masyarakat untuk Patuhi 5 Hal Ini Selama Level Awas

Dilansir MapayBandung.com dari press release PVMBG, Minggu 4 Desember 2022, berikut 6 fakta terkait meletusnya Gunung Semeru.

Fakta-fakta ini merupakan perkembangan terakhir aktivitas Gunung Api Semeru, sejak 1 November 2022 hingga 2 Desember 2022 pukul 24.00 WIB.

1. Pemantauan visual Gunung Semeru menunjukkan, bahwa letusan abu terjadi dengan rata-rata 88 kali erupsi per hari.

Baca Juga: Viral di TikTok Gerombolan Monyet Disebut Turun ke Pemukiman Warga Bandung, Ternyata Ini Faktanya

2. Awan panas guguran terjadi 2 kali dengan jarak luncur maksimal mencapai 4.5 km dari puncak.

3. Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi mencapai 50-1500 meter dari puncak.

4. Aktivitas kegempaan terekam 2919 kali Gempa Letusan, 2 kali Gempa Awan Panas, 81 Gempa Guguran, dan 137 kali Gempa Hembusan.

Hal ini menunjukkan, aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi dikarenakan adanya endapan material dari pusat erupsi.

Baca Juga: Liga 1 Dimulai 5 Desember 2022, Simak Jadwal Lengkap Persib Selama Bulan Desember

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Semeru.

5. Pemantauan deformasi masih menunjukkan terjadinya inflasi (peningkatan tekanan), yang menunjukkan masih terjadinya proses suplai magma ke dalam kantong magma maupun ke permukaan.

6. Pemantauan area panas (hotspot) menunjukkan, adanya anomali thermal sekitar 12 Mw di sekitar area kawah, yang mengindikasikan masih adanya tumpukan material panas pada kawah Gunung Api Semeru.

Baca Juga: Jangan Salah Beli! Ini Daftar Merk STB yang Tersertifikasi Kominfo untuk TV Digital, Cek di Sini

Sehubungan Tingkat Aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada di level Level IV (AWAS), masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG.

Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Baca Juga: Jelang Pernikahan Kaesang-Erina, Polda Jateng Kerahkan Ribuan Personel Pengamanan

Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Agar masyarakat tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Api Semeru.

Baca Juga: Tanggapi Isu Kedekatan Pinkan Mambo dengan Rizky Billar, Iis Dahlia: Emang Gitu Orangnya!

Serta mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

Informasi mengenai aktivitas Gunung Api Semeru terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg_).***

Editor: Asep Yusuf Anshori


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah