Fakta Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Bandung: Pelaku Terafiliasi JAD Bandung hingga Residivis Teroris

- 8 Desember 2022, 09:30 WIB
Berikut fakta bom bunuh diri Polsek Astana Anyar Bandung.
Berikut fakta bom bunuh diri Polsek Astana Anyar Bandung. /Jurnal Soreang /Dok. Warga

MAPAY BANDUNG - Berikut ini beberapa fakta terkait kasus bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, pada Rabu 7 Desember 2022 kemarin.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kepolisian berhasil menemukan fakta bom bunuh diri Polsek Astana Anyar seperti di antaranya soal identitas pelaku.

Pelaku bom bunuh diri Polsek Astana Anyar, diketahui terafiliasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.

Baca Juga: Napi Bom Bali Umar Patek Dinyatakan Bebas Bersyarat di Tengah Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar

Bahkan, pelaku juga merupakan seorang residivis atau mantan narapidana teroris di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.

Fakta-fakta ini diungkapkan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) bom bunuh diri Polsek Astana Anyar.

"Pelaku terafiliasi JAD Bandung atau JAD Jawa Barat," kata Listyo Sigit Prabowo, yang dikutip MapayBandung.com dari PMJ News, Kamis 8 Desember 2022.

Baca Juga: Innalillahi Gempa Lagi! Pusat di Sukabumi Kekuatan hingga 5.9 M

Adapun pelaku yang teridentifikasi bernama Agus Sujatno alias Agus Muslim, adalah mantan narapidana teroris yang pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.

"Pelaku pernah ditahan, di proses LP Nusakambangan. Kelompok yang 'masih merah' proses radikalisasinya," katanya.

Sebelumnya, telah terjadi ledakan bom bunuh diri di Kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 Desember pagi.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Astana Anyar Bandung, Kapolri Langsung Beri Instruksi untuk Usut Tuntas

Warga di sekitar kawasan yang mendengar ledakan tersebut langsung berhamburan ke luar bangunan.

Menurut keterangan Kapolres Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung, kejadian bom bunuh diri itu bermula saat ada seorang pria yang mendatangi Polsek Astana Anyar.

Kedatangan pria itu bukan untuk berkunjung, namun, ia datang sembari mengacungkan senjata di tengah anggota Polsek Astana Anyar yang sedang apel pagi.

Baca Juga: Jadwal RCTI Hari Ini Kamis 8 Desember 2022, Cek Jam Tayang Preman Pensiun 7

"Lelaki tersebut menerobos barisan apel pagi yang sedang dilaksanakan sembari mengacungkan senjata," kata Aswin Sipayung.

Hal tersebut sontak membuat seluruh anggota Polsek Astana Anyar kaget dan menghindar.

Namun nahas, tak lama berselang, terjadilah sebuah ledakan bom bunuh diri yang berasal dari pria yang membawa senjata tersebut.

Baca Juga: Pengungsi Akibat Awan Panas Gunung Semeru Bertambah, Kini Totalnya 781 Jiwa

"Seketika anggota menghindar, tak lama kemudian ada ledakan (bom bunuh diri)," katanya.

Dia pun menyebut, pelaku bom bunuh diri di kantor Polsek Astana Anyar itu langsung tewas di TKP.

Akibat kejadian ini, 11 orang dilaporkan menjadi korban, dengan rincian 1 orang warga sipil dan 10 anggota Polsek Astana Anyar.

Satu di antara anggota Polsek Astana Anyar bernama Aipda Sofyan meninggal dunia, usai mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.***

Editor: Asep Yusuf Anshori


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah