Distaru Rekrut Pemikul Jenazah, Pemakaman Covid-19 di Kota Bandung Gratis

- 28 Januari 2021, 20:02 WIB
Petugas pemakaman jenazah Covid-19 Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 26 Januari 2021.
Petugas pemakaman jenazah Covid-19 Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 26 Januari 2021. /Pikiran-rakyat.com/Armin Abdul Jabbar/



MAPAY BANDUNG - Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari memastikan bahwa pemikul jenazah di TPU Cikadut akan direkrut secara permanen menjadi Pekerja Harian Lepas (PHL) mulai pekan depan.

Dinyatakan Bambang, langkah perekrutan ini sebagai upaya untuk mengatasi polemik yang terjadi di TPU Cikadut. Sehingga kini, Distaru Kota Bandung tidak hanya menyiapkan lahan, menggali dan mengurug tanah untuk pemakaman saja, tapi juga memfasilitasi pemikulan jenazah.

“Ke depan secara teknis akan berkoordinasi dengan rekan-rekan yang ada di warga setempat untuk direkrut oleh Distaru menjadi tenaga harian lepas. Insyaallah akan kami akan merekrut mereka sesuai dengan prusedur meknisme dan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Bambang di Balai Kota Bandung, Kamis 28 Januari 2021.

Baca Juga: ORANG HILANG : Silfia Arianti Belum Pulang ke Rumah Sejak 15 Desember 2020

Baca Juga: Masuk Fase Erupsi Efusif, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 36 Kali

Pekan ini, Distaru Kota Bandung bakal berupaya keras menuntaskan keperluan administrasi perekrutan PHL pemikul jenazah. Dengan adanya perekrutan tenaga pemikul ini, Bambang menyatakan, seluruh proses pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Bandung gratis.

“Kita akan urus mekanisme adminiatrasi yuridisnya dua hari ini. Nanti hari Senin sudah bisa rekrut warga di sana untuk sama-sama dengan petugas kita melakukan piket untuk pengurusan jenazah akibat Covid-19,” katanya.

Bambang menuturkan, petugas pemikul jenazah ini menjadi solusi alternatif bagi keluarga jenazah yang meninggal karena terpapar Covid-19. Walaupun diakuinya masih ada keluarga yang tetap ingin ikut memikul jenazah.

“Khusus keluarga atau ahli waris yang akan hadir dalam prosesi pemakaman jenazah akibat covid atau suspect kami sangat menekankan untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya.

"Jangan sampai kami yang menjadi sasaran. Karena kami sudah menyediakan APD di lapangan, walaupun terkadang masih ada keluarga yang tidak mau menggunakan APD,” imbuhnya.

Petugas pemikul ini akan bergabung bersama petugas penggali yang siaga selama 24 jam. Mereka akan dioptimalkan untuk menjadi pasukan tambahan di masa darurat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Biasanya Tidur Jam 3 Pagi, Setelah Divaksin Ariel Jadi Tidur Jam 8 Malam

Baca Juga: Setelah Disuntik Vaksin Corona Dosis Kedua, Pentolan Jurnalrisa : Kuntilanak Bisa Dihadapi

“Statusnya nanti sebagai PHL. Namun karena Covid ini kan tidak bisa diprediksi sampai kapan ini berakhir,” tegasnya.

Semenjak muncul polemik di TPU Cikadut, Bambang terjun langsung untuk memantau kondisi di lapangan. Bambang memastikan tidak ada proses yang dilewatkan oleh pelayanan Distaru sehingga menelantarkan jenazah.

“Bahwa dua hari ini dan kemarin malam kami meninjau ke lapangan dan tidak ada jenazah yang diterlantarkan di Cikadut. Petugas Kami menangani itu, memikul sampai ke titik liang lahat kemudian memasukan dan menguruk sampai tuntas seauai dengan yang seharusnya dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.***

Editor: Indra Kurniawan

Sumber: Humas Bandung


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x