Hari Ini 1 Juli 2022 Ada Peringatan Hari Bhayangkara ke-76, Begini Sejarahnya

- 30 Juni 2022, 17:00 WIB
Ilustrasi. Hari ini Jumat 1 Juli 2022 diperingati sebagai Peringatan Hari Bhayangkara ke-76, simak berikut sejarah singkat Hari Bhayangkara.
Ilustrasi. Hari ini Jumat 1 Juli 2022 diperingati sebagai Peringatan Hari Bhayangkara ke-76, simak berikut sejarah singkat Hari Bhayangkara. /polri.go.id

MAPAY BANDUNG - Tanggal 1 Juli selalu diperingati sebagai Hari Bhayangkara. Simak berikut sejarah singkat Hari Bhayangkara.

1 Juli 2022 diperingati sebagai Hari Bhayangkara ke 76. Hari Bhayangkara ke 76 jatuh pada Jumat 1 Juli 2022.

Hari Bhayangkara ke-76 tanggal 1 Juli 2022 mengangkat tema "Polri Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh".

Baca Juga: Dahsyatnya Berbuat Amal Kebaikan di 10 Awal Dzulhijjah, Buya Yahya: Jihad Sekalipun Tak Bisa Menandingi

Dikutip MapayBandung.com dari laman Tribratnews, pemilihan tema Hari Bhayangkara ke 76 itu dimaksudkan untuk menyelaraskan program pemerintah yakni Polri selalu seiring sejalan dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam memulihkan ekonomi nasional, khususnya usai terkendalinya pandemi Covid-19.

Sejarah singkat penetapan Hari Bhayangkara

Jika menilik pada sejarah, nama Bhayangkara atau saat ini Polisi merupakan sebuah nama pasukan pengamanan pada zaman Kerajaan Majapahit.

Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi.

Mereka diberi tugas untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu.

Baca Juga: Tetap Rawat Meski Cacat Jika Perkutut Anda Punya 4 Ciri ini, Bawa Rezeki dan Keselamatan

Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.

Dilansir dari laman Polri.go.id, wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen.

Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur generaal (jaksa agung). Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan), stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.

Pada masa ini Jepang membagi wiliyah kepolisian Indonesia menjadi Kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera yang berpusat di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar dan Kepolisian Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin.

Tiap-tiap kantor polisi di daerah meskipun dikepalai oleh seorang pejabat kepolisian bangsa Indonesia, tapi selalu didampingi oleh pejabat Jepang yang disebut sidookaan yang dalam praktik lebih berkuasa dari kepala polisi.

Baca Juga: Bali United vs Kaya FC di Piala AFC 2022, Berikut Link Streaming dan Preview

Barulah pada tanggal 1 Juli 1946, dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.

Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.***

Editor: Rian Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x