BNPB: Pembersihan Rumah Terdampak Gempa Cianjur Selesai 40 Hari

- 6 Januari 2023, 18:45 WIB
Warga melintasi reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa di Kampung Mangun, Desa Mangun­kerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jumat , 25 November 2022 lalu.
Warga melintasi reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa di Kampung Mangun, Desa Mangun­kerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jumat , 25 November 2022 lalu. /Pikiran Rakyat/Bambang Arifianto/

Suharyanto juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menggarap pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di dua titik, yakni di Desa Sirnagalih dan Desa Murnisari. Dua lokasi relokasi itu diperuntukkan bagi warga yang memang mendapat rekomendasi harus direlokasi.

Baca Juga: Resep Nasi Goreng Seafood yang Cocok Dibuat untuk Makan Malam Suami

Adapun Huntap Relokasi Tahap I di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, dibangun dengan masterplan 200 unit. Progres per tanggal 3 Januari 2023 ada 188 unit lokasi siap bangun, 164 unit RISHA terinstal lengkap, 164 unit tertutup atap dan 91 unit selesai 100 persen.

Sementara itu Pemerintah juga membangun Huntap Relokasi Tahap II di Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, dengan masterplan 151 unit. Progres hingga hari ini sudah ada 43 unit lokasi siap bangun, 14 unit RISHA terinstal lengkap dan 4 unit tertutup atap.

Dalam menentukan wilayah insitu dan wilayah mana yang harus direlokasi, pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kaitan pemetaan zona kerawanan bencana gempabumi.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah episentrum gempabumi atau daerah patahan yang dapat berpotensi memicu gempabumi, maka tidak boleh membangun kembali rumah di wilayah itu dan harus relokasi. Namun apabila wilayah masih aman dari potensi risiko dampak gempabumi, maka akan diperbolehkan membangun kembali di lokasi yang sama.

Baca Juga: Inilah 3 Tanda Ada Masalah di Jantung Kata dr. Zaidul Akbar, Mulai Pola Tidur Berantakan hingga BAB Tak Lancar

Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman menuturkan bahwa pihaknya telah menerima rekomendasi dari BMKG pada pekan sebelumnya. Menurut BMKG, ada tiga kecamatan yang masuk dalam zona rawan gempabumi karena berada pada lokasi episentrum. Herman mengatakan jumlah nya di bawah angka seribu.

"Yang relokasi ini kan ada di episentrum gempabumi. Yang mana kami baru legalnya menerima baru di minggu-minggu kemarin. Data sudah masuk. Ada tiga kecamatan yang masuk episentrum. Di minggu ini atau minggu depan akan kita adakan sosialisasi. Ada di bawah seribu,” jelas Suherman.

Setelah mendapat rekomendasi dari BMKG, Pemkab Cianjur akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus menentukan siapa saja yang harus direlokasi dan siapa yang boleh membangun kembali rumahnya insitu. Nantinya pada kesempatan itu pula, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga akan menuntaskan penyerahan dana stimulan kepada masyarakat untuk pembangunan rumah insitu.

Halaman:

Editor: Haidar Rais


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah