Asal Usul Nama Dago Bandung: Diambil dari Bahasa Sunda hingga Kawasan Elit Sejak Zaman Belanda

- 22 Februari 2024, 05:45 WIB
Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Kota Bandung.
Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Kota Bandung. /MapayBandung.com/Mohammad Bagus Rachmadi @bagusrachmadi

DAGO, MAPAYBANDUNG.COM - Berikut ini adalah asal usul nama Dago, salah satu wilayah yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tahukah kamu, bahwa Dago ternyata menjadi kawasan yang elit sejak zaman kolonial Belanda. Lalu, perihal asal usul penamaan nama Dago juga disebut berasal dari bahasa Sunda! Benarkah demikian? Ini ulasan selengkapnya.

Saat ini, Dago adalah salah satu nama jalan di Kota Bandung. Tak hanya itu, Dago juga menjadi salah satu nama kelurahan yang berada di wilayah administratif Kecamatan Coblong.

Baca Juga: Kemenag Bakal Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriyah pada 10 Maret 2024

Jalan Dago yang ikonik tersebut memiliki sejarah yang panjang, penamaan jalan ini diketahui sudah dimulai sejak zaman kolonial Belanda dulu.

Sebelum ramai seperti sekarang, dahulu Jalan Dago masih berupa jalur setapak yang kala itu menjadi satu-satunya akses bagi penduduk ke pasar.

Dilansir MapayBandung.com dari Humas Kota Bandung, Kamis 22 Februari 2024, ternyata penamaan Jalan Dago berasal dari bahasa Sunda.

Baca Juga: Kenapa Cidadap Bandung Disebut Cidadap? Benarkah Namanya Diambil dari Nama Kicimpring? Ini Kisahnya

Konon pada masa kolonial Belanda, penduduk di kawasan Bandung utara memiliki kebiasaan untuk saling menunggu sebelum pergi ke kota. Alhasil Jalan Dago ini diambil dari bahasa Sunda yaitu 'dagoan' yang artinya tunggu.

Kondisi tersebut membuat penduduk selalu pergi bersama-sama karena alasan keamanan. Lama kelamaan, warga terbiasa saling menunggu atau silih dagoan di suatu tempat di kawasan Dago.

Sejak dahulu, Dago memang menjadi kawasan yang cocok dijadikan tempat beristirahat. Saat Belanda berkuasa, kawasan itu juga dijadikan sebagai rumah peristirahatan dan kawasan elit.

Baca Juga: Asal Usul Nama Sungai Cikapundung Bandung Katanya Diambil dari Tanaman Langka Ini, Bisa Tebak?

Saat ini kawasan tersebut sudah menjadi lebih modern. Terlihat deretan kursi di sepanjang Jalan Dago membuat kawasan tersebut semakin nyaman. Sudah bisa dipastikan, setiap wisatawan yang pernah berkunjung ke Kota Bandung, pasti singgah di Dago.

Hasil revitalisasi trotoar di Jalan Dago (Jalan Ir. H. Djuanda) yang legendaris mampu menghidupkan kembali budaya masyarakat Bandung tempo dulu, yaitu yang berjalan kaki.***

 

Editor: Haidar Rais


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x