LPSK Jamin Pembiayaan Penuh Perawatan Medis Korban Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Bandung

- 8 Desember 2022, 10:30 WIB
Aiptu Sofyan menjadi pahlawan dalam insiden bom bunuh diri di Astana Anyar lantaran sempat menyelamatkan rekan-rekannya.
Aiptu Sofyan menjadi pahlawan dalam insiden bom bunuh diri di Astana Anyar lantaran sempat menyelamatkan rekan-rekannya. /ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

MAPAY BANDUNG - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), menjamin penuh pembiayaan perawatan medis bagi korban bom bunuh diri Polsek Astana Anyar Bandung.

Kepastian pembiayaan penuh perawatan medis ini, telah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.

“Kami memastikan untuk menjamin pembiayaan medis para korban yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit," kata Edwin Partogi Pasaribu, yang dikutip MapayBandung.com dari ANTARA, Kamis 8 Desember 2022.

Baca Juga: Soal Bom Bunuh Diri di Astana Anyar, Wali Kota Bandung Imbau Warga Tak Perlu Takut

Menurut Edwin, hal-hal yang telah dilakukan LPSK tersebut merupakan wujud perlindungan serta pemulihan korban yang merupakan tanggung jawab negara melalui LPSK.

Hal ini juga telah diatur dalam Pasal 35B ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sambung Edwin mengatakan, LPSK telah menyampaikan surat jaminan kepada rumah sakit tempat korban luka dirawat, terkait biaya yang akan muncul dalam perawatan medis.

Baca Juga: Napi Bom Bali Umar Patek Dinyatakan Bebas Bersyarat di Tengah Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar

Melalui jaminan itu, LPSK berharap para korban bisa memperoleh penanganan medis yang terbaik untuk pemulihannya.

Seluruh korban dalam peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar itu berhak mendapatkan kompensasi dari negara, yang penghitungannya akan dilakukan oleh LPSK.

Sebelumnya, LPSK juga telah memberikan santunan kepada korban meninggal dunia Aipda Sofyan, dalam peristiwa bom bunuh diri tersebut.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Astana Anyar Bandung, Kapolri Langsung Beri Instruksi untuk Usut Tuntas

Santunan itu berupa uang tunai sebesar Rp15 juta, yang diterima langsung oleh istri korban.

“Kami juga berharap masyarakat tidak takut secara berlebihan, karena ketakutan itu akan menunjukkan kemenangan para pelaku terorisme. Mari, bersama-sama memerangi terorisme," tegas Edwin.***

 

Editor: Asep Yusuf Anshori

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah