Sekolah Tatap Muka Akan Diuji Coba Juli 2021, Pengamat: Kesehatan Peserta Didik Adalah yang Utama

- 7 Juni 2021, 11:45 WIB
Ilustrasi siswa sekolah dasar (SD)
Ilustrasi siswa sekolah dasar (SD) /PRFM

MAPAY BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung berencana akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas atau sekolah tatap muka terbatas pada Juli 2021 mendatang.

Meskipun PTM terbatas akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, menurut Pakar Kebijakan Publik sekaligus Wakil Rektor III Unpas Bandung, Deden Ramdan mengatakan bahwa keselamatan peserta didik menjadi poin utama dalam pelaksanaan PTM terbatas.

Meskipun sudah dua tahun para siswa belum menginjakkan kakinya di sekolah, lanjut Deden, namun pandemi Covid-19 ini dinilai tidak dapat diprediksi.

Ia juga memaparkan bahwa dalam dua minggu ini terjadi peningkatan kasus positif Covid-19, sehingga rencana PTM terbatas perlu dipertimbangkan dengan fokus pada hal utama yaitu kesehatan peserta didik.

Baca Juga: 2.500 Calon Jamaah Haji 2020 Asal Kabupaten Bandung Gagal Berangkat Lagi Tahun Ini

"Poin pentingnya yang paling pertama ini sebenarnya adalah kesehatan dari perserta didik, harus diutamakan," jelas Deden saat On Air di Radio PRFM 107,5 PRFM News Channel hari ini, Senin 7 Juni 2021.

Deden menilai, pemerintah wajib memiliki rencana alternatif dalam penerapan PTM terbatas.

Rencana tersebut harus memenuhi kriteria dengan data terkini khususnya soal kebijakan yang menyangkut penanggulangan penyebaran Covid-19 di masa pandemi.

"Dalam konteks kebijakan publik, harus ada yang disebut dengan contingency plan. Jadi artinya bahwa ada kondisi eksisting terkini yang kemudian ini menjadi plan a, plan b, plan c," terangnya.

Baca Juga: Cara Pengembilan Setoran Lunas Biaya Haji yang Batal Berangkat Tahun ini

Karena itu, PTM terbatas nanti tidak dapat dipaksakan karena berisiko tinggi terhadap penyebaran virus corona.

"Jadi tidak boleh dipaksakan karena ini jelas berisiko terhadap nyawa orang lain, seperti peserta didik, tenaga pendidik, dan SDM lainnya," ungkapnya.

Deden menegaskan, kebijakan PTM terbatas bukan merupakan kewajiban jika kondisi belum memungkinkan.

Pemerintah tetap harus berpegang pada jaminan kesehatan para siswa, guru, pihak sekolah, dan orang tua.

Baca Juga: Pelatih Ungkap Kunci Sukses Satria Muda Pertamina Jakarta Menangi IBL 2021

"Dengan demikian, bahwa soal ini bukan pada wajib dilaksanakan pertemuan tatap muka, tetapi apakah itu kemudian juga menjamin kesehatan dari berbagai pihak," pungkasnya.***

Editor: Rifki Abdul Fahmi

Sumber: PRFM


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah