Pantas Dinamakan Dayeuhkolot, Ternyata Begini Asal-usul Nama Daerah Rawan Banjir di Bandung Ini

- 20 April 2024, 17:00 WIB
Kantor Desa Cangkuang, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Kantor Desa Cangkuang, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. /Sopandi/galura.co.id



DAYEUHKOLOT, MAPAYBANDUNG.COM - Berikut asal-usul nama atau toponimi Dayeuhkolot, salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung.

Dayeuhkolot merupakan kecamatan yang terdiri dari 6 desa/kelurahan yaitu Cangkuang Wetan, Cangkuang Kulon, Pasawahan, Citeureup, Dayeuhkolot, dan Sukapura.

Dayeuhkolot berbatasan dengan Kota Bandung di sebelah utara yaitu Kecamatan Bandung Kidul dan Bojongloa Kidul, kemudian berbatasan dengan Kecamatan Bojongsoang di sebelah timur, dengan Kecamatan Baleendah di selatan, serta dengan Kecamatan Margahayu di sebelah barat. Dayeuhkolot masuk daerah rawan banjir di Bandung.

Baca Juga: Nomor 7 Paling Bagus, 9 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Sansakerta Dua Kata, Simak Artinya Disini!

Bersama dengan Baleendah, kecamatan ini menjadi daerah siaga bila musim penghujan tiba. Kajian karakter DAS Citarum (2011) mendapatkan bahwa 94% (sekitar 879,8 ha) wilayah Dayeuhkolot berpotensi terkena banjir setiap tahun.

Wilayah ini termasuk DAS Citarum bagian hulu. Karena letak geografis Dayeuhkolot dan Baleendah yang berbatasan dengan Kota Bandung, maka dapat dipastikan jalur transportasi dari dan ke Kota Bandung yang padat pun terputus selama banjir dan melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Hal inilah yang menjadi masalah bersama pemerintah Kabupaten dan Kota Bandung.

Dikutip MapayBandung.com dari ppid.bandungkab.go.id Sabtu 20 April 2024, Dayeuhkolot dahulunya bernama Karapyak.

Karapyak sendiri memiliki arti yaitu rakit penyeberangan yang dibuat dari batang-batang bambu.

Halaman:

Editor: Rian Firmansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah