Proyek Kiamat di Arab Saudi Ini Telan Biaya hingga Ribuan Triliun Rupiah, Bikin Melongo! Begini Penampakannya

- 30 November 2022, 13:29 WIB
Penampakan kota tercanggih di dunia bernama NEOM
Penampakan kota tercanggih di dunia bernama NEOM /Mapay Bandung/Tangkap Layar YouTube NEOM



MAPAY BANDUNG - Berikut penjelasan mengenai proyek kiamat Arab Saudi yang dinilai memakan biaya hingga ribuan triliun rupiah.

Pembangunan kota NEOM, proyek yang dianggap dapat mempercepat hari kiamat telah dimulai sejak awal tahun 2022.

Proyek kiamat tersebut merupakan buah ambisi dari Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.

Saking ambisiusnya, Muhammad bin Salman rela menerahkan dana kekayaan kerajaan Saudi untuk pembangunan kota NEOM.

Baca Juga: Luis Milla Tegaskan Tak Ada 'Anak Emas' di Persib, Semua Pemain Disebut Penting

Lantas, apa itu NEOM dan berapa besaran biaya yang dibutuhkan untuk menyokong megaproyek tersebut? simak penjelasannya berikut ini.

Dilansir MapayBandung.com dari Reuters, Rabu 30 November 2022, NEOM digadang-gadang akan menjadi sebuah kota bebas dagang masa depan.

Muhammad bin Salman berambisi untuk melakukan revolusi besar-besaran di Arab Saudi, dengan membangun sebuah peradaban yang lebih maju.

Kota canggih di gurun pasir bernama NEOM
Kota canggih di gurun pasir bernama NEOM Tangkap Layar YouTube NEOM


Pembangunan NEOM, disebut akan menandai Renaisans bagi negara-negara teluk termasuk Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Daun Aglonema Dijamin Merah Merona! Perhatikan Cara Perawatan Ini

Tak hanya itu, pembangunan NEOM dipandang sebagai langkah nyata bagi Arab Saudi untuk mendiversifikasi ketergantungan terhadap minyak bumi.

Menurut sebuah laporan, dana yang ditubuhkan untuk menunjang berdirinya kota NEOM tidak main-main.

Kota THE LINE dalam kawasan NEOM
Kota THE LINE dalam kawasan NEOM Tangkap Layar YouTube NEOM


Muhammad bin Salman mengatakan, pemerintah Arab Saudi tengah mengumpulkan dana sekitar 500 miliar riyal, dengan tambahan 200-300 miliyar riyal.

Jika dikonversi ke dalam rupiah, dana tersebut bisa mencapai ribuan tiliun, luar biasa.

Kawasan kota modern tersebut diharapkan akan rampung pada 2030, dan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi Arab Saudi menggantikan minyak bumi.***

Editor: Haidar Rais

Sumber: Reuters


Tags


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x