PPKM Skala Mikro di Kabupaten Bandung Diklaim Berikan Dampak Baik Pada Pengendalian Penyebaran Covid-19

- 23 Februari 2021, 09:08 WIB
Jalan Al Fathu di wilayah Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung ditutup setiap malam hari selama PPKM skala mikro sebagai langkah pencegahan penularan covid-19 agar warga tak berkumpul. /BUDI SATRIA/PRFM

MAPAY BANDUNG - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro diberlakukan di Kabupaten Bandung sebagai upaya penanganan pandemi covid-19.

Hasilnya, menurut Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bandung Tisna Umaran, PPKM Mikro di Kabupaten Bandung memberikan dampak baik pada kondisi pandemi covid-19 di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, PPKM berskala mikro membuat penyebaran covid-19 di Kabupaten Bandung menjadi lebih terkendali.

Baca Juga: Sampah Bisa Jadi Berkah! di Kota Bandung Kini Bemodal Sampah Bisa Miliki Emas

"Meskipun kita masih berada di zona oranye, tapi skornya mengarah pada zona kuning. PPKM Skala Mikro cukup efektif tekan sebaran covid-19 di Kabupaten Bandung," ungkap Plh Bupati Tisna Umaran didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ruli Hadiana di sela kegiatan monitoring pelaksanaan PPKM di Kantor Kecamatan Kutawaringin, akhir pekan lalu.

Komite Kebijakan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar menilai, Kabupaten Bandung merupakan daerah dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan peringkat pertama di Jawa Barat.

Tisna mengatakan, capaian tersebut berkorelasi dengan peningkatan skor zona risiko Covid-19. Di mana skor naik dari 2,08 periode 1-7 Februari 2021, menjadi 2,22 pada periode 8-14 Februari 2021.

Baca Juga: TERBARU, Kecamatan Coblong Tertinggi Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bandung

Kewenangan satuan tugas (satgas) penanganan pandemi, tuturnya, saat ini dititikberatkan di kewilayahan, baik di kecamatan maupun desa dan kelurahan.

Halaman:

Editor: Rifki Abdul Fahmi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X